Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 April 2017

Berikut Cara Efektif Ajari Anak Umur 0 s.d. 10 Tahun Rajin & Mengerti Sholat



KEYWORD : Asuransi Terbaik, Asuransi Aliianz Indonesia, Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Asuransi kesehatan terbaik, Asuransi perjalanan, Tabungan asuransi kesehatan, Asuransi jiwa terjangkau, polis asuransi jiwa murah, Investasi dalam Asuransi, Produk Asuransi Jiwa Syariah, Asuransi Bebas Rencana FWD, Asuransi Jiwa Syariah Terbaik, Daftar harga sepatu safety krusher,jual beli rumah, rumah bagus, ansuransi rumah, motor , mobil, mobil mewah, toyota , honda, credit card, kartu kredit, mercy, bmw, kanker, penyakit kanker

LIHAT HALAMAN SELANJUTNYA UNTUK LEBIH DETAIL
>> Halaman Berikutnya 

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnyya, pribahasa ini bisa kita jadikan untuk mengajar anak belajar menunaikan sholat dari ayunan. Didalam konteks bimbingan pertama untuk anak-anak, kita bertanggungjawab untuk mengajar anak untuk sholat ialah salah satu amanah yang sangat penting dan berat bagi orang tua.

Mengajar dan mendidik anak untuk sholat tidak semudah kita mengajarkan anak ABC dan 123. Kita bertanggungjawab atas hal besar ini dan pasti hadir berbagai ujian dan cobaan ini memerlukan ibu bapak yang bijaksana.

LIHAT HALAMAN BERIKUTNYA UNTUK DETAIL !!







Jumat, 24 Februari 2017

MIRIS !! Bayi Baru Lahir Tapi "Aneh" Ibu Bilang "Jangan Susui Anak Itu !!" Ternyata ...



 Menjadi hal yang lumrah jika perempuan yang tengah hamil akan menantikan kelahiran buah hatinya. Para ibu tentunya selalu berharap melahirkan bayi yang sehat dan normal.

Namun, sayangnya harapan seorang perempuan dari India pupus setelah melahirkan bayi prematur yang terlihat seperti mahluk dari planet lain.

Dilansir Buzznigeria, Rabu (25/1/2017), perempuan berusia 28 tahun itu tampak tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia bahkan menolak menyusui bayinya yang terlihat bak alien, karena kondisi genetik yang dikenal sebagai harlequin lchthyosis yang dialami bayi malang itu.


Minggu, 08 Januari 2017

3 Menit Sebelum Bayinya Meninggal , Ibu Ini Memiliki 5 Firasat Aneh , No 3 Paling Bikin Yakin


Bayi itu dilahirkan suci dan bersih. Kelak di alam maghsyar, ia menjadi penolong bagi kedua orangtuanya. Namun perlu diingat, anak itu hanya bisa menolong orangtuanya kalau mereka masih berada dalam jalan Islam. Kalau mereka sudah menyimpang dari jalan Islam atau berbagai peraturan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, pertolongan itu akan batal dengan sendirinya.

Kehilangan seorang anak pernah dialami Baginda Rasulullah SAW. Baginda dikurniakan tujuh orang anak, enam hasil perkawinan dengan Khadijah. Mereka ialah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Fatimah, Ummu Kalthum. 
 
Anak-anak lelaki Rasulullah SAW meninggal sewaktu kecil lagi, manakala tiga anak perempuan meninggal dunia selepas berkahwin dan semasa Nabi SAW masih hidup. Baginda yang menjadi kekasih Allah SWT telah diuji dengan kepergian anak-anak Baginda.


 

 
Di dunia ini memang ada banyak sekali kematian yang terjadi tanpa diduga. Tapi tahukah kamu, kalau ternyata sebenarnya orang-orang yang akan meninggal itu memiliki tanda-tanda yang terkadang tak disadari.
Hmm, boleh kamu percaya atau tidak, yang pasti ini adalah 10 di antaranya tanda-tanda ketika orang akan meninggal. Meski tak sepenuhnya terjadi, beberapa orang mengakui pernah mengalami hal ini.
Berikut 5 Firasat Aneh Yang di Miliki Ibu Terhadap akan Meninggal Dunia : 

1. Bermimpi
 
Entah benar atau tidak, beberapa orang pernah menemukan kasus di mana ketika orang terdekat mereka meninggal.

2. Gelisah
Gelisah adalah sifat yang begitu alami. Namun beberapa orang bersaksi bahwa ketika orang terdekat mereka meninggal dan mereka mengingat-ingat pertanda, almarhumah akan sering merasa gelisah. Mulai tidak nyenyak saat tidur, sampai tiba-tiba bingung padahal orang itu aslinya begitu tenang dan teliti.

3. Sedih Ketika Melihat Anaknya
Rasa sedih ini beda dengan biasanya karena setelah melihat anaknya yang diam tanpa tangisan yang berbeda dengan anak lainya begitu lahir langsung menangis tetapi ini tidak , ini sungguh aneh dan membuat firasat semakin kuat.

4. Menangis tanpa Sebab
Ini yang sungguh aneh kadang-kadang ibu-ibu menangis tanpa sebab dengan tidak adanya alasan. 

Kamis, 29 Desember 2016

Gara - Gara Ibunya Bayi Ini Hanya Melihat Dunia 1 Menit Karena

Thalassemia? Kata ini tak pernah melintas di pikiranku

Masih lekat dalam ingatanku betapa gembiranya saya dan suami ketika mengetahui saya hamil. Maklumlah ini adalah kehamilan yang pertama dan sangat dinantikan.
Pada awal kehamilan terutama di trimester pertama, saya tidak terlalu sering mengalami gejala morning sickness. Saya masih dapat melakukan aktivitas rutin seperti mengajar les dan kuliah.
Bisa dikatakan saya menikmati kehamilanku ini terutama setelah melewati trimester pertama. Cek rutin kehamilan oleh dokter kandungan dilakukan dan saya melakukan tes darah dengan hasil yang cukup bagus menurutnya.
Thalassemia, adalah sebuat kata yang tidak pernah melintas di dalam pikiranku saat itu. Tetapi, apa yang digariskanNya ternyata berbeda… Dokter mendeteksi adanya thalassemia pada bayiku.


Awal terdeteksi Thalassemia

Di usia kandungan 24 minggu, dokter menemukan ada sedikit ascites (cairan) di paru-paru dan perut janin menurut hasil USG. Lalu Ia mereferensikan saya ke klinik fetomaternal (kehamilan beresiko) di RSCM.
Ternyata diagnosa dokter adalah kemungkinan Thalassemia karena jumlah Hb dan MCV darah saya di bawah normal dan hasil USG menunjukkan gejala-gejala anemia pada bayi seperti adanya ascites dalam organ tubuh, pembengkakan liver dan tebalnya plasenta.

Pertemuan dengan dokter yang akan membantu kelahiranku

Setelah mencari pendapat beberapa dokter lain, akhirnya kami mendapat referensi dokter yang sering menangani kasus kehamilan beresiko dengan jalan transfusi darah ke tali pusat janin.
Setelah ditransfusi, kondisi janin membaik dengan berkurangnya ascites dan meningkatnya Hb. Namun liver dan jantung bayi masih mengalami pembengkakan karena anemia.

Kondisi kesehatan saya yang semakin sulit

Di kehamilan yang semakin besar, saya mengalami kaki bengkak dan berat badan saya naik drastis yang disebabkan kurangnya protein dalam darah. Saya harus diopname 2 kali di rumah sakit.
Yang pertama karena saya mengalami kontraksi tak lama sesudah transfusi yang ke-2. Saya harus bed rest di rumah sakit hingga kondisi saya kembali normal dan dapat melakukan transfusi ke-3.
Dua minggu kemudian, tekanan darah saya sangat tinggi dan didiagnosa mengalami preeklampsia sehingga saya harus diopname. Setelah kondisi berangsur membaik, saya bisa pulang ke rumah.

Kenyataan bahwa bayi kami telah meninggal
Saya belum bisa merasa lega karena saya terus memikirkan kondisi bayi kami yang masih harus berjuang hingga saya tidak dapat beristirahat dengan nyenyak setelah operasi. Pada keesokan paginya, suster sempat datang untuk mencari suami saya, tapi ia sedang pulang ke rumah untuk mengambil keperluan kami.
Firasat saya mengatakan ada sesuatu yang terjadi, namun saya tetap berdoa demi keselamatan bayi kami. Kurang lebih pukul 7 pagi, suami saya datang ke kamar dan mengatakan bahwa bayi kami telah meninggal, Tuhan telah memanggilnya kembali ke sisiNya.
Hal yang membuatku sedih adalah saya baru bisa melihat dan menggendongnya untuk pertama kali saat ia sudah terbaring kaku, tetapi wajahnya begitu damai seperti sedang tertidur dengan pulas.
Menurut dokter, kondisinya sangatlah lemah sehingga ia harus dibantu dengan alat untuk bertahan hidup. Kami percaya bahwa malaikat kami sudah berada di Surga. Maka dari itu kami harus tetap berjuang seperti bayi kami telah berjuang selama hidupnya.
Saya mengerti dan bisa merasakan pedihnya kehilangan orang yang dicintai, perasaan ibu yang kehilangan bayinya baik itu keguguran atau meninggal saat melahirkan.
Maka dari itu, saya berharap kisah ini dapat membantu para orang tua lainnya terutama untuk memeriksakan diri sebelum menikah atau hamil agar dapat mengetahui sejak dini bila ada kelainan seperti Thalassemia atau lainnya.


Selasa, 27 Desember 2016

Ibunya Menangis !! , Yang Dilakukan Anaknya Sungguh Diluar Batas

Renunglah, Doa Orang Tua Adalah Modal Terbesar Kesuksesan Seorang Anak, Setuju?

 

Tak bisa dipungkiri, Bahwa Doa Orang Tua Adalah Modal Terbesar Kesuksesan Seorang Anak, Kesuksesan yang dicapai oleh seseorang tak bisa lepas dari peran orang tua. Terutama doa mereka. Ya, doa orang tua adalah doa yang paling mustajab, terutama doa seorang Ibu, karena doa dari mereka untuk anaknya bisa menembus langit, entah doa baik ataupun buruk.

 

 

Mungkin sebagian orang masih tidak sadar bahwa kemungkinan kesuksesan-kesuksesannya selama ini adalah buah dari doa orang tua kepada Allah tanpa ia ketahui. Dan seorang ibu itu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya di tiap nafasnya kala bermunajat kepada Allah. Tapi seorang anak belum tentu selalu berdoa untuk orang tuanya.

Barangkali juga kita suka mengeluh tentang sifat buruk orang tua, entah karena ibu nya cerewet, suka ikut campur, suka nyuruh-nyuruh, tidak gaul dan lain sebagainya. Jika seperti ini maka tragis. Kenapa tragis? Karena terlalu fokus dengan secuil kekurangan orang tua dan melupakan segudang kebaikan yang telah diberikan kepada kita selama ini.


Di luar sana mungkin ada orang-orang di pinggir jalanan, di bawah kolong jembatan dan di tempat lainnya mereka juga suka mengeluh, tapi yang mereka keluhkan ialah bukan karena sifat orang tua mereka, tapi mereka mengeluh karena mereka tidak punya lagi orang tua.

Bersyukurlah jika masih mempunyai orang tua. Jika ingin tahu rasanya tidak punya orang tua, coba tanyakan kepada mereka yang salah satu orang tuanya telah tiada. Mungkin perasaan mereka sangat sedih dan kekurangan motivasi dalam hidup.

Coba bayangkan jika kita tidak punya orang tua, ketika kita akan pergi ke luar rumah untuk sekolah atau bekerja, tidak ada lagi tangan yang bias kita cium. tidak ada lagi makanan yang tersedia di meja makan saat kita pulang. ketika hari lebaran rumah terasa sepi dan lebaran terasa tanpa makna.

Suatu ketika saya pernah mendapati seorang tetangga ketika menyiram tembakau berkata pada anaknya sambil meneteskan air mata: "Semoga melaratmu saya saja yang tanggung nak, semoga hidupmu dimudahkan oleh Allah."

Doa orang tua seperti diatas sebenarnya tipikal saja, alias biasa dan lumrah. Hanya saja, ketika kisah ini diceritakan sendiri oleh anak miskin dan mempunyai masa lalu kelam hinggak akhirnya mencapai kesuksesan pada masa kininya maka kisah ini akan memiliki getaran yang berbeda. Sangat mengharukan.

Modal utama kesuksesan seorang anak adalah Doa orang tuanya. Jika kita adalah orang tua, jangan pernah bosan bosan untuk mendoakan anak-anak kita. Kalau kita adalah anak, jangan sekali kali anggap remeh peran doa orang tua kita. Kalau kita sudah sukses, yakinilah bahwa dalam kesuksesan kita ada doa orang tua sebagai ruh kesuksesan itu sendiri. Lalu, sudahkah kita berbuat sesuatu untuk orang tua kita?

Anak tetangga yang saya ceritakan diatas, Hanya punya 2 stel baju dan celana, sepatunya sepatu rusak dan itupun cuma sepasang saja. Anak tersebut selalu tersenyum walau hidupnya pun tak punya masa depan yang jelas. Satu-satunya penguat semangatnya adalah suara orang tuanya yang selalu terngiang di telinganya: "semoga cukup saya saja yang melarat, semoga engkau bahagia."

Ketika anak tersebut sudah beranjak dewasa, Ada seorang ulama besar yang ingin menjadikannya menantu. Semua tetangganya mencibirnya dan berkata: "kok memilihnya jadi menantu, apa yang bisa diharapkan, dia takkan bisa membuat bahagia."

Sang calon mertua tak bertanya pekerjaan dan penghasilannya. Bertanya masalah duniawi hanya menjadi penghinaan ketika melihat fakta pakaian dan celananya jauh dari kata sederhana, terlihat beberapa bekas jahitan cukup banyak.

Pertanyaan mertuanya hanya satu: "apa kamu bisa ngaji nak?" Dijawabnya dengan anggukan kecil." Lalu dinikahkanlah dia dengan putrinya yang taat kepada orang tua.

Masya Allah, Mertua yang sangat wira'i, mendahulukan pertimbangan agama dalam mencari menantu.

Saat ini anak tetangga saya itu menjadi lelaki yang diberkahi Allah. Harta yang dimilikinya bisa dikatakan lebih dari cukup, punya anak shalih shalihah dan kehidupan yang damai bahagia.

 

sumber:wajibbaca.com